Gejala AIDS

AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome.

- Acquired artinya diperoleh, jadi bukan merupakan penyakit keturunan
- Immuno berarti sistem kekebalan tubuh
- Deficiency artinya kekurangan
- Syndrome berarti kumpulan gejala

AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Akibatnya, tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang berakibat sangat fatal. Padahal penyakit tersebut tidak akan menyebabkan gangguan yang sangat berarti pada manusia yang sistem kekebalannya normal. Jadi, AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV.

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menimbulkan AIDS. HIV menyerang salah satu jenis sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi.

Cara Penularan AIDS

Penularan penyakit AIDS melalui cairan tubuh penderita. Seseorang dapat tertular AIDS (terinfeksi virus HIV) antara lain sebagai berikut :

- Melalui kontak hubungan badan (hubungan seksual) dengan seorang penderita yang telah terinfeksi HIV

- Melalui jarum suntik atau alat tusuk lain yang telah dipakai atau bekas dipakai orang yang terinfeksi HIV

- Melalui transfusi darah yang tercemar HIV

- Melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya

Gejala Penyakit HIV

Infeksi oleh HIV akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Karena sel-sel pertahanan tubuh (sel-sel darah putih) semakin lama semakin banyak yang rusak maka penderita menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi kuman. Pada tahap akhir, penderita bahkan sudah tidak tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dibinasakan dengan mudah oleh antibodi tubuh.

Pada tahap awal, seseorang yang terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala dan mungkin sampai bertahun-tahun. Setelah infeksi pada tahap pertengahan, seorang penderita akan menunjukkan gejala seperti flu yang berulang-ulang yaitu :

- Lesu
- Demam
- Berkeringat malam hari tanpa sebab
- Otot sakit
- Batuk
- Pembesaran kelenjar limfe
- Infeksi mulut (sariawan) berulang-ulang

Pada tahap akhir, berat badan penderita menurun dengan cepat, diare kronik, sesak napas (infeksi paru-paru), bintik-bintik atau bisul berwarna merah, yang akhirnya menyebabkan kematian

Posted in Gejala Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala AIDS dan HIV

AIDS singkatan dari Aquired Immuno Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.

Cara Penularan HIV/AIDS

- Melalui hubungan seksual
- Pemakaian jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV
- Menerima transfusi darah yang tercemar HIV
- Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV kepada bayi yang dikandungnya

Di Indonesia, penularan HIV/AIDS paling banyak melalui hubungan seksual yang tidak aman serta jarum suntuk (bagi pecandu narkoba).

Gejala dan Tanda HIV/AIDS

Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu, orang yang terinfesi sering menderita penyakit ringan sehari-hari, seperti diare atau flu.

Pada periode 3-4 tahun kemudian, penderita tidak memperlihatkan gejala khas atau disebut sebagai periode tanpa gejala, saat itu penderita merasa sehat dan dari luar juga nampak sehat. Sesudahnya, tahun ke 5 atau ke 6 mulai timbul gejala seperti :

- Diare berulang
- Penurunan berat badan secara mendadak
- Sering sariawan di mulut
- Terjadi kematian

Cara Mencegah HIV/AIDS

Cara yang paling aman untuk menghindari terinfeksi HIV dan terkena AIDS adalah :

- Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tetap (tidak berganti-ganti pasangan seksual)

- Hindari hubungan seksual di luar nikah

- Gunakan kondom jika melakukan hubungan seksual beresiko tinggi

- Hindari transfusi darah yang tidakjelas sumber asalnya

- Gunakan alat-alat medis dan nonmedis yang terjamin steril

Posted in Gejala Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala AIDS/HIV

Penyalahgunaan narkoba, infeksi HIV/AIDS, prostitusi dan perilaku seks bebas merupakan masalah yang terkait satu dengan lainnya. Indonesia merupakan negara yang rawan HIV/AIDS, karena mudahnya lalu lintas penduduk dengan negara-negara tetangga yang mempunyai tingkat penyakit HIV/AIDS tinggi, banyaknya kelompok resiko tinggi dan perilaku seks bebas. Jumlah pengidap HIV/AIDS meningkat dengan cepat dari tahun ke tahun.

Menurut penelitian, 80% pengguna narkoba dengan jarum suntik mengidap hepatitis B atau C, sedangkan 40-50% mengidap HIV/AIDS. Virus hepatitis B atau C menyebabkan penyakit hati kronis dan dapat berkembang menjadi kanker.

Bila perkembangan infeksi virus HIV dalam tubuh tidak dihambat dengan obat-obatan yang sekarang ada dan tidak disertai pola hidup sehat, dalam 5-10 tahun akan berkembang menjadi AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). AIDS adalah kumpulan tanda dan gejala penyakit akibat hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang yang di dapat karena infeksi HIV.

HIV dalam Tubuh Manusia

Agar dapat berada dalam tubuh manusia. HIV harus masuk langsung ke aliran darah orang yang bersangkutan. Dalam tubuh, HIV hanya bersarang pada sel darah putih tertentu, yang disebut sel CD4 atau T4 yang terdapat pada darah, air mani, dan cairan vagina. Karena itu penularan terjadi lewat salah satu atau lebih cairan tubuh itu dan masuk ke aliran darah seseorang.

Orang yang mengidap HIV dalam tubuhnya disebut HIV positif. Ia belum menunjukkan gejala apapun, sehingga secara fisik tidak berbeda dengan orang lain yang sehat. Namun ia mempunyai potensi sebagai sumber penularan.

Untuk mengetahui apakah seseorang terpapar HIV dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan mengambil sampel darahnya. Akan tetapi, hal itu baru dapat dilakukan paling sedikit 3 bulan setelah orang itu terpapar HIV, sehingga besar kemungkinan selama masa itu ia telah menularkannya kepada orang lain.

Penyakit AIDS

Virus HIV merusak sistem kekebalan tubuh penderitanya, dengan menghancurkan sel-sel darah putih, yang berfungsi melawan dan membunuh kuman atau bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

Setelah 5-10 tahun tertular HIV, ia mulai menunjukkan gejala bermacam-macam penyakit yang muncul karena rendahnya daya tahan tubuh. Pada keadaan ini orang itu disebut sebagai penderita AIDS. Seorang pengidap HIV tidak mampu melawan kuman-kuman penyakit sehingga mudah terserang penyakit. Bahkan, penyakit ringan seperti influenza, misalnya yang pada orang sehat dapat sembuh dalam waktu beberapa hari, bagi pengidap HIV dan penderita AIDS penyakit itu akan menetap dalam waktu lama bahkan semakin parah. Ia akan meninggal karena penyakit infeksi yang sulit disembuhkan (TBC, jamur). Tahap terakhir AIDS juga berupa gangguan otak, karena kematian sel otak dan gangguan mental.

Posted in Gejala Aids | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment